Perempuan angin

(Sumber: https://wallpaperaccess.com)


Tombol tak sanggup telah terespon diotaknya, tangannya gemetar, serasa sudah pasrah ingin menyerahkan dadanya kepada penembak itu, ia cukup jujur mengatakan ia tidak bisa, itu bukan keinginannya, mental akan terombang ambing setelahnya, ah sayangnya karena keadaan, mau tidak mau memaksanya memutuskan sesuatu yg sulit disanggupinya, iapun tetap berdiri, selalu menata pikiran, menata fisik dan mental untuk baik baik saja. 

Sebatas mana ia akan bertahan, wahai perempuan angin?

Komentar