Pertama Kali Naik Pesawat

 
                                                                  Sumber: dokumentasi pribadi

Halo gaesss, kayaknya sudah lama ya aku gak nulis lagi di blog, ada ndak 1 tahun? ada donggg, karena postingan terakhirku tahun 2023, sedangkan sekarang sudah tahun 2025. Kali ini aku mau bahas tentang perjalananku untuk pertama kali naik pesawat terbang 😁 

Alhamdulillah aku keterima kerja di Kalimantan, nah biar cepat sampai mengharuskan aku pakai akomodasi pesawat terbang. Aku bersyukur banget atas penantian panjang ini yang membawaku merantau lebih jauh lagi dari tempat kelahiranku. Sebelum memutuskan kerja jauh, aku mencoba meminta ijin ke mamak dan alhamdulillah diijinkan. Aku yakin karena restu mamak ini, aku bisa diterima kerja di Kalimantan, Alhamdulillah ya Allah. Selain itu aku juga meminta ijin ke adik adik ku, dan Alhamdulillah mereka mengijinkan juga, aamiin

Urusan beli tiket pesawat cukup lancar, ya walaupaun harus tanya sana sini ke temen-temen yang sudah berpengalaman. Tiket pesawat sudah aman, dan yang belum aman adalah packing. Oke baiklah saat itu aku segera packing dan mempersiapkan tas atau sesuatu untuk tempat barang-barang bawaanku. Oiya btw aku naik pesawat dari Bandara Internasionl Yogyakarta (YIA).

                                                Sumber: Dokumentasi pribadi

Aku tidak memiliki koper karena biasanya perjalanan hanya memakai tas gendong dan kotak kardus, nah karena akan merantau cukup jauh dengan perkiraan mungkin malah bisa selamanya disana (mungkin pulang mudik, itupun akan balik lagi ke Kalimantan), maka aku akhirnya pinjem koper mamak, kemudian pinjem ransel carrier punya adikku. Wow harus teliti nih apa aja yang harus dibawa. Peralatan mandi, baju ganti secukupnya, seragam, sepatu, make up, berkas administrasi dll, semua harus bisa masuk dalam koper dan juga tas carrier. Selain itu jangan lupa air minum dan cemilan selama diperjalanan.

Hari H keberangkatan aku diantar kedua adikku yaitu mb Ning dan dik Ina ke stasiun palur dengan harapan mendapatkan kursi, karena stasiun ini adalah awal keberangkatan kereta KRL menuju ke Yogyakarta. Sayangnya mungkin karena aku kurang pagi yaa ke stasiunnya dan di tambah weekend, jadi aku tidak mendapatkan kursi buat duduk, huhuuu sedih 😥 Perjalanan KRL kurang lebih 1 jam an lebih dikit ke stasiun Tugu. Setelah turun dari KRL langsung menuju pintu keluar tap kartu dan dilanjutkan ke bagian pembelian tiket bandara. Ini adalah fotoku saat berdiri didalam kereta KRL

                                               Sumber: Dokumentasi pribadi

Nah ini,,, amat disayangkan lagi, ternyata tiket bandara habis, sedangkan aku harus sudah ready di bandara sekitar jam 13.00 WIB. Apa boleh buat, akhirnya aku naik taksi biar cepat sampai di bandara. Kebetulan saat mau naik taksi ada barengan juga penumpang yang ingin ke Kalimantan menggunakan armada pesawat yang sama, jadi harga bisa lebih murah. Tapi tetep mahal kalo dibandingkan harga tiket kereta bandara yang hanya puluhan ribu sedangkan naik taksi jadi ratusan ribu.

Sesampainya di bandara aku langsung ketemu dengan teman teman seperjuangan yang tentunya sama diterimanya di Kalimantan. Aku gak tau alur gimana caranya sampai duduk dipesawat kan, jadi aku pokoknya ngekor aja dibelakangnya temanku ini. Pada saat pengecekan bagasi aku ternyata harus nambah bagasi yang itu biayanya sampai 300 an ribu, sedih banget karena harapannya gak nambah bagasi, e taunya nambah.

Waktu sudah berlalu walaupun sempet delay pesawat sekitar 15 menitan lebih, dan panggilan dari speaker bahwa armada Pesawat Supet Jet akan segera berangkat. Seketika deg deg an, nervers, takut dan ya gitulah nano nano rasanya. Walaupun perasaan gak karuan aku berusaha untuk tetap tenang sembari mengantri pengecekan tiket. Setelah itu aku kami diarahkan ke lorong untuk menaiki pesawat. Kursi di pesawat kalau tidak salah 3-3, dan aku Alhamdulillah banget dapet yang ditengah, jadi aku diapit kanan kiri oleh penumpang lain,  mau tau ndak kenapa aku bilang alhamdulillah?.....

Aku adalah orang yang ternyata takut ketinggian, bahkan untuk foto jendela pesawat biar seperti orang-orang saat masih terbang saja aku gak berani. Boro boro foto, lihat jendela aja rasanya ser-seran, takut banget. Sekita terbayang berita pesawat terbang yang macam macam dan agak overthingking. Posisi duduk yang berada ditengah menguntungkan, karena saat aku menoleh ke kanan ataupun ke kiri arah pandangku masih tertutupi oleh mereka. Selama perjalanan terbang aku lebih sering memejamkan mata, bahkan sampai takutnya aku mengepal kedua tangan dan menangis. Oh iya pas pesawat take off juga cukup bikin deg-deg an, karena posisi duduk jadi sedikit miring ditambah suara mesin pesawat yang rupanya bikin OVT juga yaaaaa.

Ini adalah pertama kali aku naik pesawat jadi yaaaaa gitu deh, nano nano mungkin untuk selanjutnya semoga tidak takut lagi naik pesawat. Sekitar ada mungkin kurang lebih 45 menit perjalanan terbang di angkasa, tibanya mb pramugari menyampaikan lewat speaker kalau cuaca sedang buruk sehingga semua penumpang diminta untuk mengecek sabuk pengaman. Dannnnn aku makin mak deg deg serrr, sambil mejemin mata, mengepalkan kedua tangan aku baca doa selamat, alfatihah ayat kursi dan surat pendek. Rasanya saat itu ya Allah takut bangettt akuu.

Alhamdulillah cuaca buruk tidaklah lama, mungkin hanya sekitar 15-20 menit, dan kemudian normal kembali. Rasanya lega dan selang gak lama pramugari menyampaikan kalau pesawat akan segera landing di Bandara Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Sepinggan. Saat landing ini justru tidak membuat deg deg an, malah gak terasa sudah mendekati daratan. Alhamdulillah disini aku mencoba memberanikan diri buat foto jendela yaaa walaupun udah pendek juga si pesawatnya dari daratan (alias gak tinggi). ini dia hasil jepretanku hahaaaa 😀

            Sumber: Dokementasi pribadi

Oke gaesss sampai disini dulu ya ceritanya, byee byeee 😍
Kapan kapan aku cerita tentang atmosfer baruku di Kalimantan yaaa, see youuuu

Komentar