Perihal Cinta




Perihal cinta itu misteri
Perihal cinta itu datang dan pergi
Perihal cinta itu kerelaan dan pengorbanan
Perihal cinta itu setia
Perihal cinta itu ikhlas
Perihal cinta itu bersama
Perihal cinta itu melengkapi
Perihal cinta itu memaklumi
Perihal cinta itu apa adanya
Perihal cinta itu menerima
Perihal cinta itu syahdu
Perihal cinta itu perjuangan
Perihal cinta itu melayani
Perihal cinta itu memberi
Perihal cinta itu kasih sayang
Perihal cinta itu senyuman
Perihal cinta itu kebahagiaan
Perihal cinta itu damai
Perihal cinta itu mengejutkan
Perihal cinta itu cinta
Perihal cinta itu.......(lanjutkan sendiri menurut kamu ya...tambahkan dikolom komentar :D hehee )

Mustahil manusia tidak tersentuh cinta, benar bukan? dan mustahil jika ia mengabaikan cinta yang datang. Walaupun sekali pasti hati itu pernah berdegup lebih kencang dari biasanya, dan wajah memerah, panik dan gerogi dan sebagainya. Oke baik, akan aku bagikan cerita dalam tulisan ini beberapa orang yang pernah menyentuh hatiku.

1. Satu
Aku mengenalnya dibangku sekolah menengah, ia temanku juga sahabatku. Aku diam tentang apa yang kurasa sampai detik ini. Aku tak pernah mengungkapkan apapun kepadanya tentang rasa, sampai pada akhirnya rasa itu hilang dengan sendirinya karena jarak dan interaksi yang semakin berkurang. (bisa dibilang ini cinta monyet ya... :D wkwk )

2. Dua
Aku mengenalnya saat duduk dibangku perguruan tinggi. Ia bisa dibilang sosok kakak yang terpaut umur yang cukup jauh. Awalnya aku tak pernah terfikir ada rasa, tetapi karena terus berkomunikasi akupun mulai merasa nyaman. Ia lebih terbuka dan menyatakan segala rasa sebelum aku akhirnya menyadarinya. Ada sekitar 5 tahun kami berkomunikasi dengan jeda sekitar 2 tahunan ditengahnya. Sayangnya semua itu juga usai dan rasa hilang begitu saja ditenggelamkan waktu. Rasa itu hilang karena sakit yang luar biasa, dan sakit itu karena aku ditinggalkan, yang tentunya bukan aku yang meninggalkan tetapi dia dia dia...... (syeeeeedih ya... :D ah biasa aja si,,, udah lewat jg haha) disini kumenemukan hikmah untuk bangkit dari keterpurukan patah hati, jujur dulu aku sempat frustasi karena ini dan sempat tidak mempercayai sosok adam dari manapun kecuali bapakku.

3. Tiga
Sosok yang satu ini aku mengenalnya sudah cukup lama yaitu sekitar tahun 2012 atau 2013 saat aku kuliah, waktu itu tidak ada perasaan apapun yang muncul dari diriku. Rasa itu muncul ketika aku mulai menemukannya kembali ketika sudah terpisah jarak dan waktu yang cukup lama. Ia adalah teman dan juga sahabatku. Perihal aku yang sulit mengungkapkan apapun tentang rasa membuatku diam dan menyimpan perasaan itu sendiri. Sayangnya ia mungkin menyadarinya dari sikap dan bentuk bentuk respon dari diriku, lalu...... lalu ia menjauh, menghindar dan rasaku mulai pudar ditelan waktu. Aku banyak belajar dari kisah yang aku dapati dimasa ini. 
Pertama, menyukai/mencintai teman atau sahabat sendiri itu sangat beresiko jika tidak ada rasa saling didalamnya, karena akan menimbulkan efek salah satunya menjauh, menghindar dsb. 
Kedua, jika bertepuk sebelah tangan tentunya bisa membuat kehilangan semuanya, kehilangan rasa dan juga kehilangan teman serta sahabat. (sakit dan nyesekk bukan :( huhuhuuu syeedih akutu)

Tetapi jika rasa itu berbalas positif dengan komitmen yang kuat maka akan langgeng dan baik menuju kedepannya. Sayangnya aku selalu diam sehingga aku tak tahu bagaimana perasaannya terhadapku, yang aku tahu tiba-tiba ia bergerak menjauh dan seperti menghindari, lalu komunikasipun berkurang.

Itulah kenapa jangan pernah ada rasa diantara teman dan juga sahabat, karena akan beresiko kehilangan teman dan sahabat itu sendiri. Lebih baik aku padamkan rasa, ketimbang harus kehilangan teman dan juga sahabatku.

4. Empat
Aku sedang menolak apapun yang timbul dari diriku tentangnya karena aku takut kehilangan temanku (lagi). Ia orang yang baik yang selalu membantuku dan pendengar cerita yang baik. Orangnya cukup dingin, cuek tetapi bisa berteman dengan siapa saja. Aku merasakan cukup nyaman berada dilingkungan pertemanannya. Aku selalu menggunakan tombol delete setiap rasa yang tiba-tiba muncul (maklum rasa kan agak ada yang tau kan ya munculnya kapan dan jatuh ke siapa, hehee). Tombol delete sangat membantuku untuk mengontrol diriku. Kontrol diri sangat diperlukan untuk menyadari siapa diri ini dan untuk memahami visi misi dan prinsip hidup.
 
Banyak hal yang dapat aku pelajari dari dirinya, termasuk juga nasehatnya yang tak luput dari setiap perbincangan. Terkadang aku sengaja menghubunginya hanya untuk mendengarkan nasehat yang tidak sengaja terselip dalam sebuah perbincangan. Satu-satunya teman yang tak terlalu nampak dipermukaan, tetapi sangat berharga. Terima kasih telah tetap menjadi temanku dengan apapun yang terjadi dalam diriku. Terima kasih telah memaklumi, memahami, mengerti kondisi dan keaadanku.
 
Ingatlah bahwa kehilangan teman dan sahabat itu lebih menyakitkan ketimbang rasa.


5. Lima

Siapa ya yang harus diceritakan?


Itulah tadi sedikit cerita-cerita alayku perihal rasa, jangan lupa tambahkan kolom komentar ya :D
Salam hangat dariku :)


Komentar