Berpikir dua arah

 

sumber: https://publicdomainvectors.org

Manusia, manusia, manusia

Begitulah manusia, semua ada batasnya, ada masa dimana ia merasa masalah menghujaninya bertubi-tubi dan merasa ingin menyerah. Semua manusia pasti pernah merasakan fase seperti itu.

Masalah adalah latihan untuk menjadi lebih dewasa dalam menjalani kehidupan. Seseorang yang bertambah usia akan bertambah juga masalahnya sejalan dengan lingkar perjalanan dikehidupan dan lingkungan disekitarnya. Tidak sedikit juga ada beberapa orang yang memang merasa ingin menyerah karena masalah, bukan berati tak sanggup, tapi lebih kepada memang lingkungan itu yang sangat tajam dan kejam. Tidak sedikit juga manusia yang pada akhirnya memutus kehidupannya. Sungguh tragis bukan nasib orang-orang seperti itu. Semoga kita bukanlah orang-oraang yang bernasib sedemikian itu

Mereka yang memutus kehidupan tidak salah sepenuhnya, walaupun memang salah juga sih. Disisi lain seseorang yang ingin berargumen tentang model kejadian yang seperti ini harus bisa melihat dua sudut pandang (dua arah), baik sudut pandang orang yang memutuskan kehidupan, orang-orang dilingkungannya dan masalah masalah yang menghujaninya. Kita tidak bisa mematok bahwa sudut pandang kita adalah yang paling benar, sebab kejadian seperti itu pasti ada karena ada penyebabnya. Apakah kita tidak ingin menelisik penyebabnya? apakah kita akan akan tetap mengatakan semua itu kesalahan penuh dari si manusia pemutus kehidupan itu sendiri.

Jadi begitulah seharusnya manusia berpikir dua arah, bisa jadi orang memutus kehidupan juga disebabkan lingkungan yang tidak mendukungnya untuk tumbuh, kurang perhatian keluarga dan yang lebih kejam lagi dijaman sekarang adalah suara netijen yang negatif. Tidak semua lho orang bisa masa bodo (muka tembok), tak sedikit ada juga orang yang peka perasaan (sensitif) sehingga membuatnya kepikiran dan menjadi uneg-uneg yang tak ada ujungnya.

Bagi kita yang sudah memahami kejadian semacam ini bisa tuh untuk bisa memahami psikis teman-teman dilingkungan terdekat agar ia lebih kuat, tumbuh dan bangkit.

Komentar