Pekewoh adalah bahasa yang biasanya
dipakai masyarakat jawa yang sama artinya dengan “tidak enakan”. Pekewoh adalah
rasa tidak enak terhadap orang lain yang diakibatkan lingkungan ataupun keadaan
seseorang. Pekewoh bisa mengarah ke hal negatif atau positif itu tergantung
sikap dan pembahasan yang dibahas dalam topiknya itu seperti apa. Mari kita
mengangkat topik pekewoh dalam menjaga perasaan orang lain/lawan bicara kita. 
(sumber: dokumen pribadi)
1. Belajar peka
Sering kali kita pernah mendengar “dasar kamu/dia/ia tidak peka” atau “kok kamu gak peka sih?”, nah kita akan kelabakan kan dibilang seperti itu oleh teman/sahabat/saudara kita. Kita bingung dan bertanya-tanya dimana kepekaan itu berada. Peka atau kepekan semua manusia pasti memilikinya, hanya saja kadarnya saja yang berbeda-beda tiap manusia. Jika dilihat dari gender maka wanita akan lebih peka dari pada laki-laki, sudah rumus hukum alam yang fitrah dimiliki wanita karena ia lebih perasa. Secara umum kepekaan bisa kok dilatih agar kadarnya meningkat sehingga kita lebih cepat merespon tindakan pada keadaan lingkungan sekitar. Hal-hal yang dapat mengasah kepekaan yaitu:
a. Memposisikan dua arah
Saat kita berbicara dengan orang lain atau kita berada pada masalah tertentu maka belajarlah untuk berada diposisinya, dengan begitu kita akan lebih mudah memahami lawan bicara kita. Berpikir jangan hanya dari posisimu, tetapi dari posisi dia dan cara pandang dia, begitulah hal pertama yang harus dilakukan. Memahami perasaan orang lain membutuhkan sikap diri yang mau menyingkirkan sikap egois, oleh karena itu berpikir dua arah menjadi kuncinya.
b. Lebih banyak mendengar
Kita diciptakan memiliki dua telinga dan satu mulut, mungkin salah satu tujuannya untuk lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Masih banyak kok manusia itu egois sehingga hanya ingin selalu didengarkan. Tahu gak si lebih banyak mendengar bisa meningkatkan rasa simpati dan empati terhadap orang lain. Hal inilah yang dapat memicu hubungan komunikasi yang lebih baik antar sesama/manusia.
c. Membaca gerak dan sikap lawan bicara
Kita punya mata untuk melihat, sehingga dapat membaca gerak tubuh atau sikap dari lawan bicara kita. Seandainya kita sulit membaca gerak tubuhnya setidaknya kita bisa membaca sikapnya. Gerak tubuh, sikap dan respon bisa mengartikan keadaan lawan bicara kita sedang dalam suasana atau keadaan seperti apa. Misalnya lawan bicaramu sudah bernada bicara pendek dan ketus saat menjawab pertanyaanmu, bisa berarti ia tidak mau membahas topik itu. Maka hindarilah dan alihkan pembahasan dengan topik lain.
d. Manusia punya privasi
Kamu, aku, dia mereka dan semua manusia di dunia ini memiliki privasi yang mungkin tidak mau dibahas/ orang lain tahu. Jangan mengorek-ngorek sesuatu yang ia tutupi. Jika memang lawan bicaramu ingin bercerita tentang dirirnya yang hal privasi, maka ia pasti akan memulainya lebih dulu. Jangan memulai pembicaraan tentang hal privasi orang lain jika ia tidak memulainya.
e. Menghargai sesama.
Menghargai sesama merupakan salah satu hal penting dalam berinteraksi sosial. Efek dari menghargai sesama bisa menimbulkan keakraban dan komunikasi yang awet. Perasaan seseorangpun akan lebih merasa bahagia jika ia dihargai.
2. Membaca lingkungan
Adakah hubungannya lingkungan dengan pekewoh?, jelas ada dong, pekewoh kan bisa muncul akibat lingkungan. Jadi diposisi mana lingkungan itu berada maka akan menimbulkan pekewoh yang berbeda. Orang yang biasa dilingkungan A, lalu tiba-tiba berada dilingkungan B pasti akan pekewoh, begitupun sebaliknya.
3. Membaca keadaan
Keadaan sebenarnya hampir mirip dengan lingkungan, hanya saja disini lebih mendominasi tentang suasana dalam lingkungan tersebut. Jika kita membahas sesuatu pada keadaan/suasana yang tidak tepat maka akan berpengaruh pada perasaan lawan bicara kita. Mungkin ia bisa risih, atau bisa jadi membenci kita hanya karena masalah hal sepele. Ya mungkin hal sepele menurut kita, tapi itu berarti menurut orang lain. Jadi berhati-hatilah, jangan asal sembarang bicara, jagalah perasaan orang lain.
Itulah beberapa hal yang dapat mengasah rasa pekewoh perihal menjaga perasaan orang lain. Inti dari tulisan ini adalah kita harus pandai memposisikan topik perbincangan dengan orang lain.
Selamat mencoba dan terima kasih
Komentar
Posting Komentar