![]() |
| (sumber: dokumen pribadi) |
Misalnya kamu sebenarnya tidak punya agenda terlalu lama ke rumah si B, bahkan langsung pulangpun bisa, tapi karena keinginanmu lebih besar maka kamu tetap tinggal untuk bebera waktu, ya bisa dibilang beberapa jam. Btw disini si B adalah seseorang yang pernah kamu sukai, sayangi, dan cintai. Masih berlanjut ya gaes, lalu kamu sudah waktunya mau pulang tetapi perasaan hatimu mengatakan "aku masih ingin tetap tinggal beberapa menit lagi saja", pada akhirnya kamu cari alasan yang masuk akal dan diterima oleh dirimu sendiri, ya pada akhirnya kamu tetap tinggal. Didetik-detik terakhir temanmu si B ada agenda pergi ke suatu tempat bersama temannya yang lain (kebetulan temannya sudah datang). So diajaklah kamu pergi bersama untuk join bareng mereka. Disini perlu digaris bawahi bahwa "kamu bisa saja menolak lalu pulang" tapi setelah pikiranmu berantem cukup hebat dengan dirimu sendiri, kamu memutuskan untuk ikut join.
Udah paham belum dengan contoh cerita diatas gaess?
Topik ini aku angkat karena pengalaman pribadi si, aku rasa beberapa dari kalian juga pernah mengalami hal yang mirip seperti ini walaupun tidak persis sama.
Oke mari kita bahas secara detailnya:
Tidak ada yang salah dengan masalah join atau enggaknya si, ataupun mau lama atau cuma sebentar. Bagi sebagian orang mungkin tidak masalah apalagi kalau memang menginginkannya, tapi lain lagi ceritanya denganku, sebab aku menginginkan sisi yang lain yang seharusnya aku lakukan. Nah sayangnya karena hawa nafsu perasaan dalam diri itu muncul maka datanglah keinginan yang lain ex: ingin lebih lama, ikut join. Aku sedang dalam masa belajar, belajar mengurangi interaksi, belajar mengendalikan keinginan untuk sering bertemu, berdialaog, bercanda dsb, ya walaupun pada dasarnya dilubuk hati paling dalam aku ingin menolak belajar semua itu, tentu saja aku ada keinginan yang lebih mendominasi.
Alasan terbesarku ingin mengurangi semuanya karena aku takut kembali mengulangi tragedi yang sama dengan perasaan yang sama, itu sebabnya aku mengontrol diriku untuk belajar memberikan jeda. Sebenarnya aku tahu hawa nafsu perasaanku lebih mendominasi, itu sebabnya aku seperti bertarung dengan diriku sendiri, dan sampai detik ini (saat aku menulis ini) aku masih kalah dengan hawa nafsu perasaanku. Aku sadar betul hawa nafsu perasaan yang seperti ini memang harus dikurangi dalam diriku untuk alasan menjaga diriku sendiri dalam mengontrol keinginan dan emosiku.
Pada akhirnya aku masih bertarung dengan dirku sendiri gaess, entahlah sampai kapan, aku juga gak ngerti, kadang aku bisa berhasil mengontrol diriku untuk me-ngerem agar tidak berjumpa, tapi kadang aku kalah dan akhirnya bertemu dengannya. Kadang aku sudah merencanakan untuk membatasi dalam sebulan ingin bertemu satu kali saja, tapi demi tapi itu rencana gagal gaesss wkwkw aku kadang menertawakan diriku sendiri, yang rencananya satu bulan ingin ketemu satu kali eh malah bisa tiga atau empat kali ketemu atau bisa lebih lohh
Dari sini aku tahu mengontrol hawa nafsu yang berkaitan perasaan itu tidak mudah, bener bener susah gaessss, kadang tidak terduga muncul itu keinginan, mendadak ingin jumpa, mendadak ingin chat, mendadak ingin telp, dsb :D
Sekarang aku membiarkan semua mengalir apa adanya gaesss, tapi bukan berarti aku tidak mengontrol hawa nafsu perassaan ya, aku tetap berusaha mengontrolnya semampuku. Semangat untuk semua, semoga kedepannya pertarunganku dengan hawa nafsu perasaan VS diriku sendiri dimenangkan oleh diriku sendiri, ya walaupun semisal belum menang setidaknya satu samalah (imbang) aamiin hehee
Btw fotonya diatas kagak nyambung sama pembahasannya, wkwk harap maklum ya gaess, oh iya terima kasih teman teman telah membaca ceritaku :)

Komentar
Posting Komentar