Cinta itu keikhlasan, tak ada paksaan ataupun rasa pelampiasan

 

(Sumber: https://twitter.com/RiskyMaulanaWij/status/1172548099262181376/photo/1)

Sebelum masuk pada topik yang akan dibahas, aku kasih cerita pengantar dulu ya gaesss  :)

Tidak sedikit orang menduga-duga dengan pemikirannya, entah itu tepat atau enggak mereka terus saja menduga-duga berpikir yang belum tentu itu benar. Terkadang itu sesuatu yang lucu si karena lebih memilih menduga duga dari pada bertanya langsung ke orangnya, padahal kalau bertanya langsung kan lebih tau kejelasannya ya, eh nanti duluuu, kalau jawabnya gak jujur ya sama aja ya, alhasil ditutup-tutupi ya percuma, sama aja bohong deh bertanya langsung. Ini berlaku untuk semuanya ya gak pandang cowok atau cewek sama aja. Jadi kekmana si ini, lebih baik menduga-duga atau bertanya langsung? kalau menurutku si dari dua pilihan itu jika berani lebih baik bertanya lansung, perkara jawabannya itu gak jujur atau ditutup tutupi ya udah biarin aja.

Beberapa orang masih saja memukul rata dan beranggapan bahwa semua orang pasti sama, eh sama dalam hal apa ini? aku kasih salah satu contoh:

Misalnya si A dibilang sebagai orang yang kalau patah hati sukanya melampiaskan ke orang lain. Sehingga dengan orang lain itu, si A tidak bersungguh sungguh perasaannya, karena hanya pelampiasan saja. Nah terus dari contoh si A itu lalu dipukul rata bahwa semua orang seperti si A kalau patah hati. Oh no.......... itu anggapan yang salah besar.Why...?

Yukkkkk mari kita masuk pada topik, kita akan temukan jawabannya pada paragraf dibawah ini :D

Setiap individu itu perasaaanya akan berbeda beda, tidak bisa disamakan, begitu juga dengan cara mereka menyikapi perasaan baik suka ataupun dukanya. Aku kasih contoh disini misal perasaan duka (ex: sakit hati perihal perasaan cinta). Mungkin memang ada si, orang sakit hati terus mencari pelampiasan dengan mencari seseorang, tapi itu hanya sekedar "ada" bukan berarti semua orang seperti itu ya, sebab banyak kok mereka yang setelah sakit hati justru malah tumbuh lebih baik. Mereka menjadikan sakit hatinya itu sebagai pengalaman untuk pembelajaran dalam kehidupannya. Setelah ia (mereka) benar benar move on dari rasa sakit hatinya berulah ia bertemu seseorang yang disukainya. Ingat ya gaesss ini bukan pelampiasan, jangan menduga-duga dulu kalau tidak tahu kebenarannya. 

ITU BUKAN AKU !

Tiga kata diatas sengaja aku tuliskan, sebab mengenai pelampiasan ke seseorang karena patah hati itu bukanlah aku. Cinta bagiku itu murni, muncul dari hati, benar benar dari hati. Cinta membuatmu tidak bisa menjawab kenapa kamu mencintainya. Begitulah pandanganku tentang cinta dan masih banyak lagi. Cinta yang tumbuh dalam diriku benar adanya dan buka karena pelampiasan. Menjabarkan alasan patah hatiku...banyak, contoh: ditinggal menikah, ditinggal pas sayang-sayange :D, bertepuk sebelah tangan, atau bahkan karena mencintai dalam diam. Setiap pengalaman yang pernah aku alami tentang siapapun orang yang pernah aku cintai, lalu membuatku patah hati pasti berujung dengan kata "selesai". Setelahnya tidak ada kata mencintanya lagi, semua telah usai. 

Pada awalnya membenci itu sudah pasti, tapi seiring berjalannya waktu hati mulai membaik dan mulai terkontrol sehingga kata benci sudah hilang dan digantikan dengan mengikhlaskan. Tentu saja mengikhlaskan sesuatunya yang memang bukan ditakdirkan untukku. Apapun kisah duka masa lalu itu dijadikan pembelajaran kehidupan agar tidak mengulangi hal yang sama. 

Patah hati itu harus diterima dan dirasakan, kemudian dari situ pahami perasaaanmu dan cari jalan keluar untuk bangkit dari rasa sakit itu, dan aku selalu bisa bangkit dari rasa sakit dengan cara menambah jadwal aktivitasku seperti : membaca buku motivasi, jalan-jalan, ikut kajian, dsb. Aktivitas akan membuat perasaanmu hilang dengan sendirinya terhadap seseorang yang telah menyakitimu. Iya mungkin itu juga bisa menjadi alternatif untuk teman teman semua yang ingin move on, yaitu dengan "perbanyak aktivitas". Alhamdulillah-nya aku selalu berhasil move on dengan cara itu. Oleh karena itu apapun perasaan yang datang setelah aku move on itu bukanlah pelampiasan dari rasa patah hatiku dari orang sebelumnya (karena semua yg berlalu telah usai), tetapi itu benar perasaan yang murni datang, perasaan mencintai dan menyayangi yang memang ditakdirkan untuk aku rasakan kembali. Mencintai itu lebih berat levelnya ketimbang dicintai, mencintai itu menyadari diri bahwa dalam hati mempunyai perasaan cinta, sayang, kasih, cemburu dan rindu yang berpadu menjadi satu. Itu tidak mudah gaesss, dan bagiku "aku bisa mencintai dan menyayangi itu adalah anugrah yang wajib aku terima dan aku rasakan". 

Teruntuk kamu yang tidak tahu ataupun sudah tahu apa yang aku sedang rasakan/pernah aku rasakan terhadapmu itu semuanya adalah alami, benar benar perasaan yang datang alami dari hatiku, dari perasaan mencintaiku dan menyayangiku terhadapmu, semuanya perasaan itu bersih, tidak terkontaminasi dengan apapun, tidak ada hubungannya sama sekali dengan pelampiasan, karena aku tidak pernah melampiaskan patah hatiku dengan seseorang dengan cara mencintai. Aku selalu berhasil move on karena diriku sendiri karena aku selalu berhasil melampiaskan patah hatiku (emosi dukaku) dengan cara memperbanyak aktivitasku, dengan begitu perasaan pada orang sebelumnya pasti akan hilang.

Teruntuk kamu yang tidak tahu ataupun sudah tahu apa yang aku sedang rasakan atau pernah aku rasakan terhadapmu. Perasaan mencintaimu itu selalu menjadi energi untukku, membuatku bersemangat, seakan dengan mencintaimu urusan apapun akan menjadi lebih mudah. Cinta itu keikhlasan, tak ada paksaan ataupun rasa pelampiasan, dan aku mencintai karena perasaan itu memang ada, alami, murni, cinta itu ikhlas datang dalam diriku untuk mencintai. Siapapun kamu yang sedang atau pernah aku cintai, terima kasih telah datang dalam hidupku, terima kasih telah membuatku bersemangat dan membuat hari hariku lebih mudah.

Teruntuk someone special yang telah membuatku menyadari bahwa aku tidak boleh mencintainya, aku ucapkan terima kasih. Dia adalah seseorang yang tidak membuatku patah hati walaupun dia tahu aku mencintainya. Dia adalah seseorang yang namanya masih ada dalam doaku walaupun aku berusaha untuk tidak mencintainya lagi.

Teruntuk kamu yang kusebut someone special, aku menulis ini adalah bentuk pelampiasanku  karena merindukanmu. Aku menyadari rindu ini tidak boleh ada lagi, cinta dan sayang ini tidak boleh datang dan kurasakan lagi. Aku lampiaskan perasaan yang tidak boleh aku rasakan ini dengan cara menulis tulisan di blog ini, dan ini membuatku bahagia. Aku berharap dengan menulis aku tidak mencintai dan menyayangimu lagi.

Oke gaess, jadi itu tadi sedikit tulisan dariku, kira-kira bagusnya dikasih judul apa ya untuk tulisan ini :D aku bingung nih, btw sementara aku kasih judul seperti diatas dulu biar sama dengan tulidan digambarnya, nanti kalau sudah dapet yang pas lagi, aku akan ganti :D

Selamat membaca tulisanku, semoga tulisanku bermanfaat aamiin

Komentar