Tanya?

(sumber: https://www.kibrispdr.org)

 

Hadapi dengan senyum, senyum lagi, lagi dan lagi. Jika belum bisa membuat ingin jadi nyata, biarkanlah semua berjalan seperti air mengalir.

Es batu pun akan mencair karena panas, mendung yang semakin gelap akan hujan karena begitulah siklus hidrologi terjadi. Menjerit, berteriak... ah semua manusia pasti adakalanya ingin menjerit atau berteriak meluapkan semua yang terbendung. 

Jika rasa sakit itu menyesakkan dada, maka nikmatilah, rasa syukur harus tetap ada untuk rasa sakit itu.

Sudut kamar adalah saksi bisuku. Jika mereka ada yang membackup, lalu aku, siapa yang membackupku? tanya yang sering kuulangi, siapa? siapa? siapa? siapa yang membackup ku?

Hati manusia ada batas, sekali lagi hati manusia ada batasnya, tidak semua bisa manusia menahannya. Tapi sekali lagi, jika aku mampu, terus hadapi dengan senyum, senyum lagi, dan lagi. Biarkan, biarkan dan biarkan semua terjadi.

Bersabarlah, yang tabah ya, yang kuat ya :)

Ada manusia yang mendahulukan kebahagiaan orang lain/kepentingan orang lain, tapi untuk dirinya sendiri? Nol besar. 

Manusia itu sesekali perlu egois, membahagiakan diri sendiri, melakukan sesuatu untuk diri sendiri, iya ayo lakukanlah.

Komentar