You come back


You come back

Malam itu aku berbincang dengan ibunda sampai malam, mataku mulai terkantuk kantuk, sehingga kami memutuskan untuk menyudahi telfonan.

Aku sempat membuka browser untuk mencari sesuatu, tetapi entah jam berapa akupun tertidur.

Aku terbangun ketika aku menyadari aku menangis terisak isak, dan aku terkejud, matakupun mengeluarkan air mata. Aku terdiam sambil berpikir, kenapa aku menangis, dan otakku bekerja sangat cepat untuk mengingat, dan ternyata aku bermimpi.

Mimpi itu menceritakan aku bersama seseorang dimalam hari, kami beristirahat disebuah bangunan ruko yang kosong. Aku melihat beberapa orang lainnya juga beristirahat diruko. Aku merasakan ada yg tidak beres, rupanya ruko itu juga dijadikan oleh para lelaki hidung belang untuk mencari mangsa. Aku wanita sehingga aku ketakutan dan aku memutuskan untuk pergi dari ruko dan mencari masjid atau rumah penduduk.

Aku berlari dipinggiran jalan lalu masuk ke gang sempit. Digang itu aku melihat beberapa anak laki laki mengenakan baju koko, sarung dan peci. Mereka adalah santri yg habis ngaji. Aku menghampirinya dan mengatakan "dek tau masjid dekat didekat sini dimana?, atau tahu rumah pak kyai dimana?"

Mereka menunjukkan rumah pak kyai. Sebelum selesai bicara rupanya pak kyai dari arah yg sama dengan mereka datang, ada apa ini? kata pak kyai. Pak Kyai boleh saya minta tolong, beri saya tumpangan istirahat malam ini, saya ketakutan, saya berlari dari ruko di dipinggir jalan sana. 

Tak pikir panjang, karena pak Kyai dalam mimpiku sudah mengerti keadaan ruko itu, sehingga pak Kyai memperbolehkanku menginap dirumahnya.

Setelah keadaan cukup aman, aku keluar dari rumah pak Kyai dan berdiri di pinggir jalan yang sedikit menurun. Belum lama aku berdiri, tak lama kamu datang dari arah depan mendekatiku. Wajahmu terlihat kecewa berat kepadaku, kamu marah kepadaku, kamu menyalahkanku, dan menyesal pergi bersamaku, kamu menyesal mengiyakan semua keputusan untuk pergi denganku. Dengan hampir ikut berurusan dengan perihal hukum, kamu menyalahkan semua itu karena aku. Bahkan aku saja tidak tahu semua ini, kamu dengan seenaknya menyalahkan akulah satu satunya penyebab dari semua ini.

Aku sangat bersedih dalam mimpi itu, kamu marah dan saat aku menjelaskan kamu tidak memberiku kesempatan. Kamu menginginkan pergi dariku, kamu memutuskan pulang menaiki kendaraan malam itu juga dengan membawa semua bawaanmu. Tanpa pikir panjang kamu berbalik arah dan meninggalkanku sendirian dimalam itu. Sesak hatiku, aku berusaha mengikutimu, berlari kearahmu sambil memanggilmu, kubilang jangan pergi. Kamu naik kendaraan sehingga sudah jauh meningalkanku ke terminal bus.

Aku berlari, terus berlari mengejarmu ke terminal, aku pasrah jika memang itu sudah keputusan bulatmu untuk pergi meninggalkanku.

Dalam mimpi itu aku hanya ingin melihatmu diterminal sebelum kamu pergi, aku berusaha mencarimu dari sekian banyak orang diterminal, dan aku menemukanmu. Aku melihatmu sedang antri diterminal, aku berusaha agar kamu bisa melihatku, agar kamu tahu aku menyusulmu sampai diterminal.

Suasana hatiku sedih gak karuan, sesak dadaku, tapi aku sudah pasrah, aku tak bisa berbuat apa apa selain melihatmu diterminal.

Kemudian aku kuatkan hatiku untuk berbalik arah untuk pulang, karena aku juga tak sanggup jika benar benar harus melihatmu pergi, dan akupun tak tahu aku harus pulang kemana tanpamu

Aku langkahkan kakiku perlahan, aku tertunduk sambil memikirkanmu, sesekali aku mengusap air mataku, aku merasa tidak ada harapan lagi bagiku kamu kembali kepadaku.

Langkahku terhenti, aku merasa ada yang mengikutiku, tapi aku tidak mengenal siapapun disini kecuali kamu, dan tidak mungkin kamu kembali, tapi apakah mungkin kembali??????

Seketika itu aku berbalik kebelakang dan aku melihatmu berdiri 5 langkah didepanku. Aku terdiam sejenak, aku ingin memelukmu tapi aku takut kamu akan marah kepadaku, bibirku gemetar, mataku tak sanggup lagi menahan tangis, aku berlari kearahmu, aku beranikan diriku memelukmu.

Saat aku tepat memelukmu, kamu melepaskan barang bawaanmu dari tanganmu. Dalam mimpi itu aku tidak merasakan kamu memelukku kembali, seakan kamu masih ragu, tapi kamu juga tidak menolak aku memelukmu, pun kamu ikut menangis karena telah meninggalkanku seakan ada penyesalan dalam hatimu

Aku masih memelukmu, aku menangis, dalam pikirku aku akan sangat menyedihkan sekali jika kamu tidak disisiku. Aku mengatakan kepadamu dalam pelukan itu aku tidak ingin kamu pergi meninggalkanku, tetaplah bersamaku. Aku ingin selalu bersamamu.

Aku masih memelukmu, aku menangis terisak isak, dan tiba tiba aku terbangun dalam dunia nyata. 

Saat mataku terbuka, aku mendapati air mataku benar benar ada, aku ikut menangis juga didunia nyata, seakan ada ikatan antara dunia mimpi dan dunia nyata. 

Sayang demi sayang kisah ini hanya dalam mimpiku malam itu, tapi aku bahagia karena kamu telah hadir didalamnya, dan you come back for me. 

Terima kasih telah kembali untukku walaupun itu hanya dalam mimpi

Komentar